Disampaikan langsung oleh seorang mahasiswi tingkat III semester 6, Santi Desintavia 21 mei 2012 di kampus 2 UNIKU. Bahwa dirinya sadar akan pentingnya berpendidikan meskipun telah berkeluarga. "awalnya saya memutuskan berkuliah hanya sekedar mengisi kekosongan waktu, daripada diem dirumah lama-lama jadi bosen, tapi lambat laun minat menjadi seorang gurupun mulai tumbuh, keputusan ini sangat tepat untuk saya. Mungkin Allah mentakdirkan jalan saya disini, kemudian karena bahasa Inggris adalah bahasa populer ya saya ambil saja jurusan Pendidikan Bahasa Inggris meskipun saya rada ruwet kalo belajar bahasa Inggris, tapi yakin saya pasti bisa." tambah ibu yang mempunyai seorang anak ini. selain mengisi kekosongan, rupanya dukungan dari keluarga terutama orang tua yang membawa ia bergemelut dengan mahasiswa lain yang pada umumnya belum menikah, walaupun jarak yang ditempuh ke kota Kuningan dari tempat kediamannya di Cikijing kurang lebih 28 km.
Meskipun demikian, keluarga adalah tetap no satu baginya. Pengaturan waktu antara belajar di kampus dan mengusrus keluarga di rumahtangganya menjadi hal yang perlu diperhatikan, cape memang cape tapi dengan menjaga selalu stamina, tubuh akan selalu siap dalam menghadapi semua tantangan. "jangan lupa minum air putih yang banyak, karena ini akan membatu kita supaya tetap bugar, apalagi di depan suami, masa saya lemas, harus kuat dong," tambahnya sambil sedikit mengguyon.
Tidak ada kata terlambat untuk belajar ujarnya, hidup adalah perjuangan, tetap bekerja cerdas dan keras, Insya Allah ada hasilnya.
(Santi Desintavia)
Negeri berita prajurit kuningan, merangkak, berjalan kemudian berlari untuk rasakan rahasia dan nilai dibalik semua pertanda. penyuguhan mutiara dalam Negeri Lipatan Kertas.
Jumat, 25 Mei 2012
Kamis, 24 Mei 2012
Senin, 21 Mei 2012
Subhanallah, Bayi Ini Lahir Membawa Alquran Sabtu
REPUBLIKA.CO.ID, NIGERIA -- Allah SWT tak pernah berhenti
menunjukkan kuasa-Nya. Seorang bayi di Nigeria lahir sembari membawa
Alquran dari rahim ibunya. Sejatinya, ibu bayi tersebut beragama
Kristen, tapi pascamelihat mukjizat Allah tersebut, sang ibu dan nenek
bayi tersebut langsung mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan
diri masuk Islam.
Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5) kemarin, bayi tersebut lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei 2012 lalu. Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi tersebut membawa sebuah Mushaf kecil di tangannya.
Kikelomo Ilori, nama ibu bayi tersebut. Wanita 32 tahun yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan langsung mengganti namanya menjadi Sherifat ketika masuk Islam. Hal itu diikuti nenek bayi tersebut yang mengganti namanya menjadi nama Islam.
Kelahiran bayi tersebut pun menyedot perhatian para ulama di negara benua hitam tersebut. Para ulama di Nigeria berkumpul untuk memberikan nama kepada bayi tersebut. Setelah menyampaikan ceramah singkat, seorang ulama Nigeria, Ustad Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.
Untuk menghindari syirik dan kesesatan, Ustad Abdul Rahman juga menasihati sang ibu bila bayinya bukanlah seorang nabi, meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Alquran. Menurutnya, kejadian itu merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan.
Dalam acara pemberian nama itu, turut hadir ulama setempat, Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua Nasrulifathi Society of Nigeria, NASFAT, Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Alifathiaquareeb Islamic Society of Nigeria.
Kelahiran sang bayi pun memberi berkah bagi tetangga sekampung. Pedagang tumpah ruah menjual berbagai souvenir terkait bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto bayi tersebut.
Tak heran bila kelahiran bayi tersebut dianggap kontroversi sebagian pihak. Sebagian pihak berkata mustahil, tapi sebagian lainnya menganggap kejadian tersebut adalah kuasa Tuhan, dimana tak ada yang mustahil bagi-Nya.
Bahkan, seorang dokter dipecat gara-gara mengatakan kejadian tersebut adalah hoax alias berita bohong. Padahal saksi, media dan ibunya sendiri menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5) kemarin, bayi tersebut lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei 2012 lalu. Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi tersebut membawa sebuah Mushaf kecil di tangannya.
Kikelomo Ilori, nama ibu bayi tersebut. Wanita 32 tahun yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan langsung mengganti namanya menjadi Sherifat ketika masuk Islam. Hal itu diikuti nenek bayi tersebut yang mengganti namanya menjadi nama Islam.
Kelahiran bayi tersebut pun menyedot perhatian para ulama di negara benua hitam tersebut. Para ulama di Nigeria berkumpul untuk memberikan nama kepada bayi tersebut. Setelah menyampaikan ceramah singkat, seorang ulama Nigeria, Ustad Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.
Untuk menghindari syirik dan kesesatan, Ustad Abdul Rahman juga menasihati sang ibu bila bayinya bukanlah seorang nabi, meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Alquran. Menurutnya, kejadian itu merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan.
Dalam acara pemberian nama itu, turut hadir ulama setempat, Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua Nasrulifathi Society of Nigeria, NASFAT, Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Alifathiaquareeb Islamic Society of Nigeria.
Kelahiran sang bayi pun memberi berkah bagi tetangga sekampung. Pedagang tumpah ruah menjual berbagai souvenir terkait bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto bayi tersebut.
Tak heran bila kelahiran bayi tersebut dianggap kontroversi sebagian pihak. Sebagian pihak berkata mustahil, tapi sebagian lainnya menganggap kejadian tersebut adalah kuasa Tuhan, dimana tak ada yang mustahil bagi-Nya.
Bahkan, seorang dokter dipecat gara-gara mengatakan kejadian tersebut adalah hoax alias berita bohong. Padahal saksi, media dan ibunya sendiri menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Redaktur: Karta Raharja Ucu
Sumber: pmnewsnigeria.com
http://www.republika.co.id
TIGA TROFI DEMI KUNINGAN YANG SELALU DIHATI
TIGA TROFI DEMI KUNINGAN YANG SELALU DIHATI
Dengan membawa misi KUDESONIALISME, Serombongan Mahasiswa Pendidikan B.Inggris Universitas Kuningan pada hari selasa,08/05/12 berangkat menuju Kota Udang untuk mengikuti Debate Competition dan Speech Contest se- wilayah 3 Cirebon di IAIN Syech Nurjati. Rombongan itu terdiri dari 4 orang peserta debat yang diwakili oleh 2 tim, yaitu tim Uniku 1 (Arif firmansych 3c yang di tandemkan dengan Jaruki Andriansyach Maulana 2c) dan tim Uniku 2(Ageng Sutrisno 2g yang berduet manis dengan Anisa Puspadewi 2c), 1 orang peserta lomba pidato yang diwakili oleh wanita cantik dari Puri Asri yaitu Ambar Pramudita Samfuji 3b, 1 orang pembimbing yang begitu anggun yaitu Wulan Rahmatunnisa dan para Sasatak yang selalu setia menemani the horse bertempur di medan perang.
KUDESONIALISME itu sendiri ialah sebuah kata plesetan yang berasal dari kata KUDESO(Kuningan Debate Society) sebuah Club Debate yang didirikan oleh Mr Lala Bumela M,Pd di Universitas Kuningan yang ditambahkan kata NIALISME agar terdengar seperti sebuah Faham, maksud dari KUDESONIALISME itu ialah sebuah harapan dari para peserta agar kejuaraan Debat dan Pidato bisa diraih oleh UNIKU semua, dan akhirnya harapan itu dapat terwujud semua karena Para pejuang dari Lembah Gunung Ciremai telah mampu mendapatkan predikat Juara Umum di kompetisi itu. Tim debat Universitas Kuningan Berhasil menyabet posisi pertama dan kedua di kompetisi itu serta posisi kedua untuk speech contest.
Sungguh membanggakan bukan?
Sebenarnya hasil seperti ini memang sangat pantas mereka dapatkan, sebab tanpa merasa bosan dan letih mereka berlatih rutin tiap minggu, waktu dimana yang lain menghabiskanya untuk istirahat atau bermain namun mereka gunakan untuk menyantap materi debat secara lahap, serta tak jarang mereka menghabiskan waktu hingga larut malam di depan layar komputer demi mempersiapkan materi agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Layaknya sebuah tim Sepak Bola. Para pelatih sempat bingung dalam memasangkan para pemain sebelum kompetisi ini, sebab mereka punya karakter masing-masing yang khas. Namun akhirnya dengan karakter yang mereka miliki para pelatih yaitu Mr Lala & Miss Wulan berhasil meramu kedua tim menjadi seimbang dan sungguh Awesome. Dalam Tim Debat. Jaruki, layaknya seorang striker dengan tehnik elaborasi tinggi di tandemkan dengan si gelandang jenius Arif. Sedangkan Ageng, striker yang penuh kharismatik di duetkan dengan anisa gelandang kreatif yang pandai mengolah kata, dan tentu saja untuk speech contest para pelatih sudah menyiapkanya untuk seorang wanita sejuta pesona, Ambar Pramudita Samfuji. Hasil memuaskan langsung mereka dapatkan, terbukti dari babak penyisihan hingga final tim debat uniku belum pernah terkalahkan oleh tim debat sekolah tinggi yang lain, dan satu kandidat speech contest dari UNIKU berada di puncak klasemen saat babak penyisihan.
Saat kompetisis Debat Ada empat tim terbaik berada di babak final mereka adalah STAI Husnul Khotimah dan Uniku 1 di posisi Pemerintah sedangkan IAIN Syech Nurjati Cirebon dan Uniku 2 berada di kubu Oposisi. Namun Warna kuning sungguh dominan terlihat di medan pertempuran itu, karena kedua tim dari uniku duduk berhadapan disana. Saat dimulainya kick off debat, Jual Beli serangan pun langsung terjadi dan tak terelakkan. Namun yang membuat penonton terkesima ialah pertempuran yang terjadi antara Uniku 1 dan Uniku 2, meskipun sama-sama dari 1 almamater mereka bersaing secara sehat dan mencoba mempertahankan pendapatnya masing-masing. Hujan interupsi terus mewarnai pertandingan sejak debat panas ini memasuki menit pertama. Begitu mendapatkan kesempatan emas untuk mengajukan Point of Information, kubu UNIKU 1 maupun UNIKU 2 memanfaatkannya dengan menyerang secara terus-menerus. Akhirnya setelah menjalani pertarungan skitar 60 menit Uniku 2 harus mengakui kaka seniornya Uniku 1 yang berhasil menyabet juara pertama, namun Uniku 2 juga tidak kalah hebat karna telah menjadi runner up dan hanya beda selisih poin tipis dari Uniku 1, untuk posisi ke tiga diisi oleh IAIN dan STAI Husnul Kotimah di posisi ke 4.
Dalam lomba Debat tidak hanya pengetahuan umum saja yang harus dikuasai dalam mengikuti pertandingan panas ini, mental, pemikiran kritis dan speaking skill juga menjadi salah satu modal utama untuk dapat bertahan dan menyelesaikan pertandingan dengan sempurna. Begitulah suasana dalam forum debat yang dialami oleh para pesaing dari kubu Uniku, IAN dan juga Husnul Khotimah. Meskipun kita para pejuang telah berhasil menjadi juara. Tetapi kami menyadari bahwa pencapaian yang kami dapatkan ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari teman-teman Kudeso dan dosen-dosen pembimbing kami yakni Mr. Lala, Miss Wulan, Miss Nida yang telah merelakan hari-hari liburnya untuk berlatih bersama kami serta para dosen yang telah memberikan kontribusi langsung kepada kami yaitu Mrs. Ii Wasita, Mr. Dadang Solihat dan Mr. Agi. Dengan jumlah skuad yang masih sedikit, kami berharap bahwa akan ada teman-teman atau bahkan dosen lain yang berminat untuk berlatih bersama kami demi kemajuan kita bersama. Amieen .. .. ..
Salam Kudeso exelentia
Created by : Mas Akeuh Feat Ann Blossom
Dengan membawa misi KUDESONIALISME, Serombongan Mahasiswa Pendidikan B.Inggris Universitas Kuningan pada hari selasa,08/05/12 berangkat menuju Kota Udang untuk mengikuti Debate Competition dan Speech Contest se- wilayah 3 Cirebon di IAIN Syech Nurjati. Rombongan itu terdiri dari 4 orang peserta debat yang diwakili oleh 2 tim, yaitu tim Uniku 1 (Arif firmansych 3c yang di tandemkan dengan Jaruki Andriansyach Maulana 2c) dan tim Uniku 2(Ageng Sutrisno 2g yang berduet manis dengan Anisa Puspadewi 2c), 1 orang peserta lomba pidato yang diwakili oleh wanita cantik dari Puri Asri yaitu Ambar Pramudita Samfuji 3b, 1 orang pembimbing yang begitu anggun yaitu Wulan Rahmatunnisa dan para Sasatak yang selalu setia menemani the horse bertempur di medan perang.
KUDESONIALISME itu sendiri ialah sebuah kata plesetan yang berasal dari kata KUDESO(Kuningan Debate Society) sebuah Club Debate yang didirikan oleh Mr Lala Bumela M,Pd di Universitas Kuningan yang ditambahkan kata NIALISME agar terdengar seperti sebuah Faham, maksud dari KUDESONIALISME itu ialah sebuah harapan dari para peserta agar kejuaraan Debat dan Pidato bisa diraih oleh UNIKU semua, dan akhirnya harapan itu dapat terwujud semua karena Para pejuang dari Lembah Gunung Ciremai telah mampu mendapatkan predikat Juara Umum di kompetisi itu. Tim debat Universitas Kuningan Berhasil menyabet posisi pertama dan kedua di kompetisi itu serta posisi kedua untuk speech contest.
Sungguh membanggakan bukan?
Sebenarnya hasil seperti ini memang sangat pantas mereka dapatkan, sebab tanpa merasa bosan dan letih mereka berlatih rutin tiap minggu, waktu dimana yang lain menghabiskanya untuk istirahat atau bermain namun mereka gunakan untuk menyantap materi debat secara lahap, serta tak jarang mereka menghabiskan waktu hingga larut malam di depan layar komputer demi mempersiapkan materi agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Layaknya sebuah tim Sepak Bola. Para pelatih sempat bingung dalam memasangkan para pemain sebelum kompetisi ini, sebab mereka punya karakter masing-masing yang khas. Namun akhirnya dengan karakter yang mereka miliki para pelatih yaitu Mr Lala & Miss Wulan berhasil meramu kedua tim menjadi seimbang dan sungguh Awesome. Dalam Tim Debat. Jaruki, layaknya seorang striker dengan tehnik elaborasi tinggi di tandemkan dengan si gelandang jenius Arif. Sedangkan Ageng, striker yang penuh kharismatik di duetkan dengan anisa gelandang kreatif yang pandai mengolah kata, dan tentu saja untuk speech contest para pelatih sudah menyiapkanya untuk seorang wanita sejuta pesona, Ambar Pramudita Samfuji. Hasil memuaskan langsung mereka dapatkan, terbukti dari babak penyisihan hingga final tim debat uniku belum pernah terkalahkan oleh tim debat sekolah tinggi yang lain, dan satu kandidat speech contest dari UNIKU berada di puncak klasemen saat babak penyisihan.
Saat kompetisis Debat Ada empat tim terbaik berada di babak final mereka adalah STAI Husnul Khotimah dan Uniku 1 di posisi Pemerintah sedangkan IAIN Syech Nurjati Cirebon dan Uniku 2 berada di kubu Oposisi. Namun Warna kuning sungguh dominan terlihat di medan pertempuran itu, karena kedua tim dari uniku duduk berhadapan disana. Saat dimulainya kick off debat, Jual Beli serangan pun langsung terjadi dan tak terelakkan. Namun yang membuat penonton terkesima ialah pertempuran yang terjadi antara Uniku 1 dan Uniku 2, meskipun sama-sama dari 1 almamater mereka bersaing secara sehat dan mencoba mempertahankan pendapatnya masing-masing. Hujan interupsi terus mewarnai pertandingan sejak debat panas ini memasuki menit pertama. Begitu mendapatkan kesempatan emas untuk mengajukan Point of Information, kubu UNIKU 1 maupun UNIKU 2 memanfaatkannya dengan menyerang secara terus-menerus. Akhirnya setelah menjalani pertarungan skitar 60 menit Uniku 2 harus mengakui kaka seniornya Uniku 1 yang berhasil menyabet juara pertama, namun Uniku 2 juga tidak kalah hebat karna telah menjadi runner up dan hanya beda selisih poin tipis dari Uniku 1, untuk posisi ke tiga diisi oleh IAIN dan STAI Husnul Kotimah di posisi ke 4.
Dalam lomba Debat tidak hanya pengetahuan umum saja yang harus dikuasai dalam mengikuti pertandingan panas ini, mental, pemikiran kritis dan speaking skill juga menjadi salah satu modal utama untuk dapat bertahan dan menyelesaikan pertandingan dengan sempurna. Begitulah suasana dalam forum debat yang dialami oleh para pesaing dari kubu Uniku, IAN dan juga Husnul Khotimah. Meskipun kita para pejuang telah berhasil menjadi juara. Tetapi kami menyadari bahwa pencapaian yang kami dapatkan ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari teman-teman Kudeso dan dosen-dosen pembimbing kami yakni Mr. Lala, Miss Wulan, Miss Nida yang telah merelakan hari-hari liburnya untuk berlatih bersama kami serta para dosen yang telah memberikan kontribusi langsung kepada kami yaitu Mrs. Ii Wasita, Mr. Dadang Solihat dan Mr. Agi. Dengan jumlah skuad yang masih sedikit, kami berharap bahwa akan ada teman-teman atau bahkan dosen lain yang berminat untuk berlatih bersama kami demi kemajuan kita bersama. Amieen .. .. ..
Salam Kudeso exelentia
Created by : Mas Akeuh Feat Ann Blossom
Minggu, 20 Mei 2012
Publikasikan Berita Anda disini
Silahkan
Kirimkan Berita menarik anda ke baran_wgk@yahoo.com
jika ingin dimuat di blog ini….
terima kasih
Pelantikan BLM dan BEM FKIP UNIKU memuat pesan perbaikan organisasi
|
|
yang sekaligus melantik dua kepengurusan ini dengan
masing – masing BEMF berjumlah 28 Orang yang diketuai oleh sodara Yana Suraya,
dan BLM 13 orang diketuai oleh Baran Wargika atas dasar Surat Keputusan Dekan
tanggal 11 Mei 2012.
Pelantikan yang diselenggarakan oleh calon kepengurusan
BLM ini disambut baik oleh Bapak Nana selaku bagian kemahasiswaan dengan
harapan kedepan BLM, BEM maupun Himpunan Mahasiswa (HIMA) dapat berjibaku
bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan kemahasiswaan yang dapat merangsang
mahasiswa lain ikut andil dalam kegiatan kemahasiswaan tersebut, mengingat
adanya degradasi kader yang mana minat mahasiswa berorganisasi khususnya
berkurang saat ini. Terlebih ditambahkan oleh ketua BLM terpilih saudara Baran,
bahwasanya daya jual yang ditawarkan Organisasi kemahasiswaan mengalami
penurunan, salah satunya disebabkan adanya ketidak siapan colon pengurus dalam
berorganisasi, sehingga organisasi tersebut tidak mampu melaksanakan tugas
secara maksimal, “mahasiswa harus sadar bahwa didalam berorganisasi masalah
akan kerap kali timbul, tapi jadikan permasalahan itu sebagai pendewasaan kita
kedepan, menjadi semangat juang, jangan dijadikan beban yang berkelanjutan, tong
tungian cek bahasa sundanamah, kemudian kesenjangan komunikasi antara
lembaga dan mahasiswa harus segera dibenahi sehingga mahasiswa bisa mendapatkan
haknya dan lembaga bisa menuntut kewajiban mahasiswa sehingga satu sama lain
tidak ada yang dirugikan, tidak cukup hanya structural belaka, tapi organisasi
kemahasiswaan FKIP UNIKU membutuhkan pergerakan sebagai ruh.” kurang lebih
seperi itu, dan agenda yang akan diselenggarakan demi terciptanya suasana
pembelajaran yang lebih kompeten yaitu dialog terbuka yang dekat ini akan
diselenggarakan baik oleh BLM maupun BEM.
Selain itu, acara pelantikan ini diteruskan dengan
prosesi serah terima jabatan dari demisioner BLM dan BEM UNIKU yaitu sodara
Yogi iskandar dan Herman Sopian kepada Baran Wargika dan Yana Suraya sebagai
ketua pengurus BLM dan BLM FKIP UNIKU masa bakti 2011-2012 dengan amanat FKIP
bisa karena bersatu, jalin kebersamaan dan tetap semangat menjalankan roda
organisasi satu tahun kedepan.
BRN
Langganan:
Postingan (Atom)





